Kanalsulawesi.com, Bolsel – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh kemarau panjang. Berdasarkan data dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Bolsel, diperkirakan akan mengalami kekeringan karena kemarau panjang.
Kepala BPBD Arfan Jafar menghimbau, untuk masyarakat Bolsel untuk menghemat penggunaan air bersih dan menjaga sumber mata air lokal. Tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, atau sampah yang berpotensi memicu kebakaran.
“Menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, akibat suhu tinggi dan udara kering. Melaporkan segera kepada BPBD Bolsel jika terjadi kebakaran, kekeringan ekstrem, atau gangguan lingkungan lainnya,” imbaunya.
Lanjutnya, bahwa Pemerintah Daerah telah mengaktifkan koordinasi lintas sektor untuk penanganan dampak kemarau, termasuk distribusi air bersih, pemantauan titik rawan kebakaran, dan edukasi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga Bolsel untuk tetap tenang, waspada, dan saling mendukung dalam menghadapi kondisi ini,” kata Kepala BPBD Bolsel.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bolsel Saipul Botutihe SKM mengatakan, bahwa masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama suhu panas ekstrem berlangsung.
Menurutnya, cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi, heat stroke, dan penyakit kulit jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Cuaca panas ini harus disikapi dengan bijak Jaga asupan cairan tubuh, hindari terlalu lama beraktivitas di bawah terik matahari, dan perbanyak konsumsi buah serta sayur untuk menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya.
“Kami juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Penumpukan sampah saat musim kering bisa memicu penyakit dan memperparah polusi udara,” Tambah Saiful Botutihe.
Kadis Kesehatan juga membagikan sejumlah tips menghadapi cuaca panas ekstrem bagi masyarakat Bolsel:
1. Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari, meski tidak merasa haus.
2. Gunakan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna terang untuk membantu tubuh tetap sejuk.
3. Hindari aktivitas berat di luar ruangan antara pukul 10.00–15.00 WITA.
4. Gunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar.
5. Konsumsi makanan bergizi dan segar, kurangi minuman berkafein atau bersoda yang mempercepat dehidrasi.
6. Pantau kondisi anak-anak, lansia, dan ibu hamil, karena mereka lebih rentan terhadap paparan panas ekstrem.
7. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat bila muncul gejala seperti pusing, kulit kemerahan, mual, atau lemas berlebihan.






