Kanalsulawesi.com, Kotamobagu – Pemerintah Kota Kotamobagu mencatat pencapaian signifikan, dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui program pembentukan Koperasi Merah Putih. Seluruh desa dan kelurahan di wilayah administratif Kotamobagu, yakni 18 kelurahan dan 15 desa, telah resmi membentuk koperasi melalui mekanisme musyawarah.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, S.Pd., M.E., mengungkapkan hal tersebut kepada sejumlah wartawan pada Kamis (29/5/2025).
“Alhamdulillah, seluruh kelurahan dan desa di Kota Kotamobagu telah membentuk Koperasi Merah Putih. Ini tentunya sangat kami syukuri, apalagi pembentukan koperasi ini berhasil dilaksanakan sebelum batas waktu yang ditetapkan, yaitu akhir Mei,” ujar Ariono.
Lebih lanjut, Ariono menjelaskan bahwa beberapa koperasi bahkan telah mengantongi akta pendirian dari notaris, sementara sisanya masih dalam proses administrasi. Pihaknya menargetkan seluruh koperasi akan memiliki akta notaris dan badan hukum sebelum akhir Juni 2025.
“Kami optimis seluruh koperasi akan lengkap secara legalitas dalam waktu dekat,” tambahnya.
Keberhasilan ini, menurut Ariono, tidak lepas dari sinergi lintas instansi dalam Satuan Tugas Percepatan Koperasi Merah Putih. Satgas ini terdiri dari berbagai perangkat daerah seperti Disdagkop UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Inspektorat Daerah, Bappelitbangda, Dinas Kominfo, BPKAD, Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan, Sosial, Pertanian dan Perikanan, serta bagian hukum dan tata pemerintahan, termasuk para camat.
“Satgas ini secara aktif mendampingi pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus dan Musyawarah Kelurahan Khusus sebagai bagian dari proses pembentukan koperasi,” jelas Ariono.
Dengan rampungnya pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah administratif, Kota Kotamobagu disebut menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan kelembagaan ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan.
“Pemerintah Kota berharap koperasi-koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.






