Kanalsulawesi.com – Slogan “Polri Untuk Masyarakat” bukan sekadar rangkaian kata bagi Bripka Gaguk Prasetyo. Bagi masyarakat Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), slogan itu hidup dan nyata dalam sosok polisi yang akrab disapa Mas Tyo.
Bertugas sebagai anggota Polsek Bolaang Uki, Bripka Gaguk Prasetyo dikenal luas oleh masyarakat lintas usia. Kedekatannya dengan warga, khususnya kalangan pemuda, membuat namanya tidak asing di hampir setiap sudut Kecamatan Bolaang Uki. Sosoknya sederhana, mudah ditemui, dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Pendekatan humanis menjadi ciri khas Mas Tyo dalam menjalankan tugas. Banyak pemuda yang dulunya akrab dengan kebiasaan mabuk-mabukan perlahan berubah arah berkat sentuhan persuasif dan keteladanan yang ia berikan. Tanpa kekerasan, tanpa jarak, Mas Tyo merangkul mereka sebagai mitra.
Perubahan itu kemudian diwujudkan dalam sebuah wadah bernama Persatuan Relawan Pemuda Molibagu (Peredam). Organisasi sosial ini lahir dari inisiatif Mas Tyo bersama sang istri saat bencana banjir bandang melanda Kabupaten Bolsel pada tahun 2020. Sejak saat itu, Peredam tumbuh menjadi kelompok pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial, kebencanaan, dan agenda Pemerintah Kabupaten Bolsel.
Di bawah binaannya, para pemuda terus didorong untuk berkreativitas dan berkontribusi positif. Setiap kali terjadi bencana atau kegiatan kemasyarakatan, Peredam selalu hadir di garda terdepan. Tak hanya itu, di tengah masyarakat Bolaang Uki, Mas Tyo juga dikenal sebagai sosok penengah yang bijak. Setiap persoalan sosial yang muncul, ia hampir selalu hadir untuk mencari solusi bersama.
Keterlibatan Mas Tyo dalam kegiatan masyarakat pun tak terhitung jumlahnya. Sejumlah agenda besar sukses digelar dengan dukungannya, di antaranya:
* Perayaan Hari Ulang Tahun Kecamatan Bolaang Uki
* Berbagai kegiatan sosial demi kesejahteraan warga
* Kegiatan lingkungan untuk menjaga kelestarian alam lokal
Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79 lalu, puluhan pemuda terlibat secara sukarela menyukseskan acara tersebut. Keterlibatan mereka tak lepas dari dorongan, bimbingan, dan kepercayaan yang selama ini ditanamkan Mas Tyo.
Namun, kabar mengejutkan datang beberapa hari lalu. Masyarakat dan pemuda Kecamatan Bolaang Uki dikejutkan dengan mutasi Bripka Gaguk Prasetyo ke Polsek Pinolosian. Mutasi ini terjadi di tengah perencanaan program pembangunan jembatan menuju Hatchery Penangkaran Maleo Batu Manangis di Desa Molibagu, sebuah program pelestarian burung maleo yang menjadi ikon daerah.
Di sebuah ruang diskusi sederhana di kedai kopi, para pemuda menyampaikan rasa kehilangan.
“Kami sebagai pemuda yang sering bekerja sama dengan beliau merasa akan kehilangan sosok yang selalu memberi motivasi dan menemani kami dalam setiap kegiatan,” ungkap salah satu pemuda.
“Apalagi dalam waktu dekat kami telah merencanakan kegiatan besar untuk menyelamatkan burung maleo khas daerah kami, di mana beliau adalah ujung tombak pelaksanaannya,” tambahnya.
Harapan pun disampaikan dengan penuh hormat.
“Kami mengharapkan adanya pertimbangan dari Kapolres terkait pemindahan ini, dan berharap Polres Bolsel dapat meninjau kembali keputusan tersebut,” tuturnya.
Bagi masyarakat Bolaang Uki, Bripka Gaguk Prasetyo bukan hanya aparat penegak hukum. Ia adalah sahabat, pembina, dan penggerak perubahan—potret nyata dari semangat ‘Polri Untuk Masyarakat’.
Para Pemuda berharap, Kapolres Bolsel AKBP Kuntadi Budi Pranoto Bisa mempertimbangkan kembali, Agar Bripka Gaguk masih bisa bertugas di Polsek Bolaang Uki.






