Bolmong — Wujudkan Program Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy dan Dony Lumenta dalam meringankan beban orang tua murid kini Pemerintah Bolaang Mongondow kembali menunjukan komitmennya dengan menyalurkan bantuan 8.289 paket seragam gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Bolaang Mongondow Anggaran Tahun 2025-2026,di SMP Negeri 1 Lolak,Kamis 30/10/2025
Kepala Dinas Pendidikan Bolmong melalui perwakilannya, Sande Makalalag, menyampaikan bahwa dari total bantuan tersebut, 4.269 seragam dialokasikan untuk siswa SD dan 4.020 seragam untuk siswa SMP. Bantuan ini disalurkan secara merata di seluruh 15 kecamatan di Kabupaten Bolmong.
Dalam sambutannya, Bupati Yusra menegaskan bahwa program seragam gratis ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah daerah dalam menjamin pemerataan akses pendidikan.
“Saya harap bantuan ini bisa memotivasi anak-anak agar lebih giat belajar sekaligus mengurangi beban orang tua dalam penyediaan perlengkapan sekolah,” ujar Bupati Yusra.
Ia juga menambahkan bahwa meski terdapat keterbatasan anggaran, Pemkab Bolmong tetap berupaya agar program bantuan pendidikan seperti ini bisa berlanjut setiap tahun.
“Kami tentu ingin menanggung seluruh kebutuhan pendidikan, tapi dengan kondisi anggaran saat ini, kami fokus pada hal yang paling dibutuhkan. Semua sekolah SD dan SMP kami pastikan mendapat bagian. Semoga tahun depan program ini tetap berlanjut,” tambahnya.
Salah satu orang tua siswa dari Desa Motabang, Tati Ambolona, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam, sepatu, dan tas ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami sebagai orang tua,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan turut dihadiri oleh Pandis Paputungan mewakili Camat Lolak, Rahma Samarang selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lolak, serta sejumlah orang tua siswa.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias dan gembira menerima bantuan tersebut.
Melalui program ini, diharapkan semangat belajar siswa semakin meningkat dan kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Bolmong untuk meraih pendidikan yang lebih baik.





