Kanalsulawesi.com, Kotamobagu – Menanggapi isu dugaan keberadaan “Honor Daerah (Honda) Siluman” yang ramai diperbincangkan di media sosial serta menjadi sorotan pemberitaan media cetak dan online, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Kotamobagu, Dra. Deevy Rita Rumondor, akhirnya angkat bicara.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (8/5/2025), Deevy menegaskan, bahwa proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kotamobagu berjalan aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Secara administratif, tidak ada yang disembunyikan. Semua proses dilakukan secara transparan. Kami juga memberikan ruang sanggah bagi masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan kejanggalan selama pendaftaran,” ujarnya.
Lanjutnya, bahwa tahap kedua tes PPPK akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu mendatang. Ia menekankan bahwa selama masa sanggah, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti.
“Jika ada laporan yang masuk dan terbukti, maka peserta tersebut langsung kami anulir. Proses ini kami jalankan dengan ketat dan penuh kehati-hatian,” tegas Kepala BKPP.
Deevy mengatakan, selaku Panitia Seleksi (Pansel), selalu teliti dalam melakukan verifikasi administrasi, khususnya terhadap peserta dari kalangan Honda.
“Pendaftaran dilakukan secara sistem. Jadi jika ada permainan atau ketidaksesuaian, sistem secara otomatis akan menandai dan mengeluarkan peserta tersebut dari tahapan selanjutnya,” jelasnya.
Deevy juga menekankan bahwa penerbitan Surat Keterangan Pernah Melaksanakan Tugas (SKPJM) merupakan tanggung jawab pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Menurutnya, pimpinan OPD adalah pihak yang paling mengetahui apakah seorang calon PPPK layak atau tidak.
“Jika terjadi kekeliruan terkait SKPJM, maka itu menjadi tanggung jawab pimpinan OPD. Kami di BKPP hanya menjalankan fungsi sebagai Pansel sesuai aturan dari KemenpanRB,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebanyak 449 dari total 751 peserta PPPK di Kotamobagu dijadwalkan akan mengikuti tes tahap kedua yang akan dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Manado. Tes tahap pertama sebelumnya telah selesai dilaksanakan, dengan proses sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab BKPP Kotamobagu sebagai panitia seleksi.






