KOTAMOBAGU-Kejadian ini di alami pasien oleh Afrian Laruke bermula saat pasien datang di klinik Almediqa Sinindian saat itu pasien tiba di klinik mediqa jam 07.00 Wita dan langsung tulis nama dengan nomor urut 1 kemudian pulang dirumah karna biasanya praktek dokter nanti siang jam 01.00 wita, jam 12 .00 wita Afrian balik lagi ke klinik mediqa menunggu kedatangan dokter tapi karena tapi karena dokter belum ada dan sudah terlalu lama pasien menunggu Pasien Afrian bertanya kepada suster ica kalu jam berapa dokter mulai praktek
“Ses jam berapa dokter datang?”tanya Afrian
Suster ica menjawab ketus,
“Ndak tau leh ndak pasti kwa ini dokter pe jam ini”Jawab suster ica
Pasien Afrian langsung diam dan duduk namun karna sudah jam 2.30 wita afrian kembali tanya ke suster ica
“Blum ada ibu dokter?”tanya Afrian
Suater Ica menjawab”belum tau ibu karna dokter kadang dirumah sakit sibuk”jawab Ica
Karna pasien Afrian sudah lapar dan anaknya menangis maka afrian masih pulang kerumah, jam 3.10 wita balik lagi ke klinik dokter sudah ada dan sudah ada pasien di ruangan dokter, Afrian sadar diri karna masih ada pulang makanya musti kembali ikuti antrian
karna sudah lama menunggu dan sudah beberapa pasien yang dipanggil di ruangan dokter maka Afrian kembali bertanya kepada suster ica,
“Ses boleh nomor berapa pasien yang di dalam?”
Suster ica menjawab dengan nada tinggi”Nintau ndak ada nomor-nomor begitu disini,ibu kwa tadi ada pangge-pangge ndak muncul”Jawabnya
Pasien Afrian langsung jawab”Biasajo kwa ses itu nada kiapa dari tadi ngana sewot pa kita?”ketus Afrian
Suster Ica langsung jawab”heh perasaan kita ndak sewot”Ujarnya
Tapi Afrian langsung melunak sambil membujuk ica”ow iyo dang ses abis ini kita dang?”Ucap afrian dengan nada rendah
“Iyo abis ini ibu” tegas ica
Pasien afrian kembali duduk dan menunggu antrian tapi kini afrian kaget karena setelah pasien keluar dari ruangan dokter tapi yang di panggil bukan Afrian,akhirnya karena sudah tidak sabar lagi afrian menegur suster ica
“Ses apa ngana pe maksud ini?”tegur Afrian
Namun suster ica menjawab dengan jawaban menyakitkan,”Silahkan pergi kalu ibu kurang sanang”ucap ica dengan nada sinis
Saat itu dokter yang di ketahui namanya dokter Tarti langsung keluar dan memarahi pasien”Kita lebeh percaya pa suster ica dari pada ngana karena suster ica sudah 4 tahun kerja dengan saya”ucap dokter dengan nada marah
Terlihat suster ica di belakang dokter Tarti sambil tertawa meledek pasen afrian.
Pasien Afrian sakit hati dan sedih seorang dokter yang di sumpah untuk lebih mementingkan keselamatan pasien justru dokter tarti tidak mencerminkan kode etik seorang dokter,padahal saya dari tahun lalu saya sudah ada catatan medis di klinik Almediqa dokter sudah tau saya sakit”Ucap Afrian
Sejumlah masyarakat dan pemerhati menyayangkan sikap pihak klinik Almediqa
Harusnya pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan kesehatan yang di utamakan jangan karena ego sehingga kami masyarakat biasa di abaikan,pihak keluarga pasien Afrian meminta kepada instansi terkait agar dapat mengevaluasi ijin prakte klinik Almediqa.
Pihak media sudah melakukan konfirmasi kepada pihak klinik Almediqa dalam hak ini dokter Tarti melalui via whatsapp nomor 08218775XXXX tapi sampai berita ini turun tidak di respon namun pihak media akan tetal berusaha meminta keterangan konfirmasi kepada pihak klinik Almediqa
(Midi)






