Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta memimpin langsung aksi kerja bakti massal di Desa Solimandungan I dan Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, Kamis (28/5/2026). Langkah ini diambil guna mempercepat pemulihan kawasan yang luluh lantak akibat terjangan banjir bandang.
Mengenakan pakaian lapangan, kedua pimpinan daerah tersebut turun langsung ke titik-titik krusial yang masih tertutup material banjir. Fokus utama pembersihan diarahkan pada fasilitas publik, rumah-rumah ibadah, pemukiman warga, serta akses jalan desa yang sempat terisolasi.
Aksi tanggap darurat ini tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah daerah, tetapi juga memicu gerakan solidaritas yang masif. Ratusan personel dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bolmong, TNI-Polri, organisasi relawan, hingga warga setempat tampak membaur tanpa sekat di lokasi bencana.
Berdasarkan data di lapangan, banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Bolaang pada Rabu (27/5/2026) kemarin menyisakan dampak yang cukup parah. Arus deras membawa material gelondongan kayu, batu, dan menyisakan endapan lumpur tebal yang masuk hingga ke dalam rumah warga.
Ketebalan lumpur yang mencapai mata kaki hingga lutut orang dewasa di beberapa titik sempat membuat aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat lumpuh total. Banyak warga yang belum bisa membersihkan kediamannya secara mandiri karena keterbatasan alat dan tenaga.
Di sela-sela kegiatan, Kedepannya Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah adalah untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat. Ia menjamin jajarannya akan terus mengawal proses pemulihan hingga kondisi psikologis dan ekonomi warga kembali normal.
Kehadiran para pejabat dan aparat keamanan di tengah kepungan lumpur dinilai mampu membangkitkan kembali optimisme masyarakat yang terdampak. Semangat gotong royong yang kuat memperlihatkan ketahanan sosial warga dalam menghadapi ujian bencana alam tersebut.
Hingga Kamis siang, proses evakuasi material dan pembersihan drainase masih terus diintensifkan secara manual maupun dengan bantuan alat. Sejumlah ruas jalan utama desa perlahan mulai terbuka dan sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.(Adve)
(Midi)






