KanalSulawesi.Com,Kotamobagu – Pemerintah Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, mulai mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Lurah Sinindian, Zulfahmi Paputungan atau yang akrab disapa Zumi, memastikan akan segera memanggil para pemilik rumah kos, tempat biliar, hingga spa untuk duduk bersama membahas aturan dan pengawasan lingkungan.
Langkah itu diambil menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait aktivitas di sejumlah tempat usaha yang dinilai mulai meresahkan warga sekitar.
“Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat. Karena itu, pemerintah kelurahan bersama seluruh perangkat akan memanggil para pemilik usaha untuk mempertegas komitmen menjaga ketertiban di Sinindian,” tegas Zumi.
Menurutnya, pertumbuhan usaha di wilayah Sinindian harus berjalan seiring dengan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah tidak anti terhadap investasi maupun perkembangan usaha, namun seluruh pelaku usaha wajib mematuhi aturan yang berlaku.
Dalam pertemuan nanti, perhatian khusus akan diberikan kepada pemilik rumah kos. Pemerintah kelurahan meminta agar pengawasan terhadap penghuni dan tamu diperketat guna mencegah potensi tindak kriminal maupun penyakit masyarakat seperti miras, prostitusi, hingga narkoba.
“Pelaporan penghuni kos setiap bulan wajib menjadi perhatian pemilik usaha. Jangan sampai ada pembiaran yang justru memicu persoalan sosial,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengelola tempat biliar dan spa juga akan diperingatkan untuk menaati jam operasional dan memastikan tempat usaha tidak disalahgunakan. Pelajar pun dilarang berada di lokasi usaha pada jam sekolah.
“Saya ingin ekonomi bertumbuh, tapi jangan sampai kenyamanan warga dikorbankan. Perangkat kelurahan akan menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan,” kata Zumi.
Ia juga menyinggung insiden penikaman yang pernah terjadi di salah satu rumah kos di Sinindian tahun lalu. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi alarm penting agar pengawasan lingkungan lebih diperkuat.
“Kasus penikaman di kos tahun lalu harus menjadi pelajaran. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang kembali di Sinindian,” tegasnya.
Zumi memastikan pemerintah kelurahan tidak akan segan mengambil langkah lebih tegas apabila masih ditemukan pelanggaran setelah dilakukan pembinaan dan koordinasi.
“Kalau teguran diabaikan, kami akan merekomendasikan tindakan tegas kepada Satpol PP dan kepolisian, termasuk melibatkan unsur tiga pilar bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Stabilitas dan kondusivitas wilayah adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.





