KanalSulawesi.com,KOTAMOBAGU — Konflik horizontal yang melibatkan sejumlah pemuda Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, dan pemuda Desa Poopo, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu, Konni Balamba, yang mengimbau seluruh pihak menahan diri serta memberikan ruang bagi upaya penyelesaian secara damai.
Konni berharap persoalan antara warga dari dua wilayah bertetangga itu tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu keamanan dan hubungan sosial masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Upai dan Poopo adalah wilayah yang bertetangga. Jangan sampai persoalan yang terjadi justru merusak hubungan baik antarmasyarakat,” ujar Konni.
Selain mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif, Konni secara khusus mengingatkan insan pers yang melakukan peliputan agar mengedepankan kehati-hatian dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Menurutnya, pemberitaan mengenai konflik antarkelompok masyarakat membutuhkan kepekaan, terutama dalam pemilihan judul, diksi, foto maupun narasi. Hal tersebut penting agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan persepsi yang dapat memperbesar ketegangan.
“Rekan-rekan wartawan tentu tetap harus menyampaikan fakta kepada masyarakat. Namun dalam situasi seperti ini, kita juga harus mengedepankan pemberitaan yang sejuk, berimbang dan tidak terkesan memprovokasi kedua belah pihak,” katanya.
Konni menegaskan, pers memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Karena itu, setiap informasi mengenai kejadian tersebut diharapkan melalui proses verifikasi dan memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga dan pemuda dari kedua wilayah, agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, termasuk unggahan maupun komentar yang beredar di media sosial.
“Jangan mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita percayakan penanganan persoalan kepada pihak yang berwenang dan mengedepankan dialog untuk mencari penyelesaian,” tuturnya.
PWI Kotamobagu berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan mengutamakan penyelesaian secara damai. Di sisi lain, insan pers diharapkan tetap menjalankan fungsi jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan dan kepentingan publik.
Konni berharap karya jurnalistik yang lahir di tengah situasi tersebut dapat memberikan informasi yang benar sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif.
“Mari kita jadikan pemberitaan sebagai bagian dari solusi dan perdamaian, bukan menjadi pemicu munculnya persoalan baru,” pungkasnya. (**)





