• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 3 Juni 2026
KANALSULAWESI.com - Saluran Informasi Terkini
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
KANALSULAWESI.com - Saluran Informasi Terkini
No Result
View All Result

Lama Di Pasangi Police Line, Masyarakat Pekerja Pengolahan Emas di Modayag Kehilangan Mata Pencaharian

8 Januari 2026
in Daerah
Lama Di Pasangi Police Line, Masyarakat Pekerja Pengolahan Emas di Modayag Kehilangan Mata Pencaharian

BOLTIM – Masyarakat pekerja di tempat usaha pengolahan emas milik Robby Wowor yang berlokasi di kawasan Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengeluhkan nasib mereka pasca pemasangan garis polisi (police line) yang telah berlangsung hampir satu tahun terakhir.

Sejak lokasi tersebut dipasangi police line, aktivitas pengolahan emas terhenti total. Dampaknya, ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tersebut kehilangan sumber mata pencaharian dan hingga kini belum mendapatkan kepastian.

Salah satu pekerja, Yudi Mamonto, mengungkapkan bahwa dirinya bersama pekerja lain belum memiliki pekerjaan tetap sejak lokasi usaha ditutup. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan, terlebih bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga.

“Kami sudah hampir setahun tidak bekerja. Sampai sekarang belum ada pekerjaan tetap. Padahal kami harus memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak di rumah,” ujar Yudi dengan nada penuh keprihatinan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di lokasi pengolahan emas tersebut merupakan warga lokal yang selama ini mengandalkan penghasilan harian dari aktivitas pengolahan. Penutupan usaha secara berkepanjangan membuat kondisi ekonomi para pekerja semakin terpuruk.

“Banyak di antara kami hanya mengandalkan pekerjaan ini untuk menyambung hidup. Sejak dipasangi police line, kami benar-benar kehilangan penghasilan,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, para pekerja secara terbuka menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, agar dapat memperhatikan nasib ratusan pekerja yang terdampak langsung.

“Kami memohon perhatian Bapak Gubernur Sulut. Kami hanya rakyat kecil yang ingin bekerja untuk menghidupi keluarga,” kata Yudi mewakili rekan-rekannya.

Selain meminta perhatian pemerintah daerah, para pekerja juga berharap agar pemasangan police line di lokasi usaha tersebut dapat segera dievaluasi. Mereka meminta agar garis polisi dibuka kembali sehingga aktivitas pengolahan emas dapat berjalan, dengan tetap memperhatikan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap police line bisa segera dibuka. Kami siap mengikuti aturan apa pun, yang penting kami bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Rahmat dengan penuh harap.

Para pekerja menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk melawan hukum, melainkan meminta kejelasan dan solusi atas kondisi yang telah berlangsung lama tanpa kepastian.

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah bijak demi menjaga keberlangsungan hidup ratusan keluarga yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih menunggu adanya respons dan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang terkait kelanjutan status lokasi pengolahan emas tersebut.

(Midi)

Komentar Facebook
Previous Post

Kajati Sulut Kunjungi BMR, Tekankan Evaluasi dan Penguatan Kinerja Kejari Kotamobagu

Next Post

Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Next Post
Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Polres Bolsel Tegaskan Tak Ada Aktivitas PETI di Lokasi Desa Pidung, Isu Pembukaan Police Line Dibantah

Polres Bolsel Tegaskan Tak Ada Aktivitas PETI di Lokasi Desa Pidung, Isu Pembukaan Police Line Dibantah

2 Juni 2026
Program Strategis Yusradon Untuk Modal Usaha UMKM Mulai Bergulir

Program Strategis Yusradon Untuk Modal Usaha UMKM Mulai Bergulir

1 Juni 2026
GP Ansor Bolmong Salurkan Bantuan Ratusan Karton Makanan Cepat Saji Dan Pangan Di Solimandungan

GP Ansor Bolmong Salurkan Bantuan Ratusan Karton Makanan Cepat Saji Dan Pangan Di Solimandungan

31 Mei 2026
Demi Aksi Kemanusiaan Govaldi Bonde Salurkan Bantuan Kepada Warga Solimandungan

Demi Aksi Kemanusiaan Govaldi Bonde Salurkan Bantuan Kepada Warga Solimandungan

30 Mei 2026
Bolsel Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Penyerahan LHP LKPD 2025

Bolsel Raih WTP ke-12 Kali Berturut-turut, Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Penyerahan LHP LKPD 2025

29 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 KANALSULAWESI.com

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection