• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 19 April 2026
KANALSULAWESI.com - Saluran Informasi Terkini
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
KANALSULAWESI.com - Saluran Informasi Terkini
No Result
View All Result

Lama Di Pasangi Police Line, Masyarakat Pekerja Pengolahan Emas di Modayag Kehilangan Mata Pencaharian

8 Januari 2026
in Daerah
Lama Di Pasangi Police Line, Masyarakat Pekerja Pengolahan Emas di Modayag Kehilangan Mata Pencaharian

BOLTIM – Masyarakat pekerja di tempat usaha pengolahan emas milik Robby Wowor yang berlokasi di kawasan Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengeluhkan nasib mereka pasca pemasangan garis polisi (police line) yang telah berlangsung hampir satu tahun terakhir.

Sejak lokasi tersebut dipasangi police line, aktivitas pengolahan emas terhenti total. Dampaknya, ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tersebut kehilangan sumber mata pencaharian dan hingga kini belum mendapatkan kepastian.

Salah satu pekerja, Yudi Mamonto, mengungkapkan bahwa dirinya bersama pekerja lain belum memiliki pekerjaan tetap sejak lokasi usaha ditutup. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan, terlebih bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga.

“Kami sudah hampir setahun tidak bekerja. Sampai sekarang belum ada pekerjaan tetap. Padahal kami harus memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak di rumah,” ujar Yudi dengan nada penuh keprihatinan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di lokasi pengolahan emas tersebut merupakan warga lokal yang selama ini mengandalkan penghasilan harian dari aktivitas pengolahan. Penutupan usaha secara berkepanjangan membuat kondisi ekonomi para pekerja semakin terpuruk.

“Banyak di antara kami hanya mengandalkan pekerjaan ini untuk menyambung hidup. Sejak dipasangi police line, kami benar-benar kehilangan penghasilan,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, para pekerja secara terbuka menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, agar dapat memperhatikan nasib ratusan pekerja yang terdampak langsung.

“Kami memohon perhatian Bapak Gubernur Sulut. Kami hanya rakyat kecil yang ingin bekerja untuk menghidupi keluarga,” kata Yudi mewakili rekan-rekannya.

Selain meminta perhatian pemerintah daerah, para pekerja juga berharap agar pemasangan police line di lokasi usaha tersebut dapat segera dievaluasi. Mereka meminta agar garis polisi dibuka kembali sehingga aktivitas pengolahan emas dapat berjalan, dengan tetap memperhatikan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap police line bisa segera dibuka. Kami siap mengikuti aturan apa pun, yang penting kami bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Rahmat dengan penuh harap.

Para pekerja menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk melawan hukum, melainkan meminta kejelasan dan solusi atas kondisi yang telah berlangsung lama tanpa kepastian.

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah bijak demi menjaga keberlangsungan hidup ratusan keluarga yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih menunggu adanya respons dan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang terkait kelanjutan status lokasi pengolahan emas tersebut.

(Midi)

Komentar Facebook
Previous Post

Kajati Sulut Kunjungi BMR, Tekankan Evaluasi dan Penguatan Kinerja Kejari Kotamobagu

Next Post

Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Next Post
Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Bupati Yusra Alhabsy Teken MoU Dengan BPBPK Sulut Untuk Penyediaan Infrastruktur Air Minum

Oknum Sangadi HW Hendy Diduga Terlibat,Tong Emas Ilegal Ancam Kesehatan Warga

Oknum Sangadi HW Hendy Diduga Terlibat,Tong Emas Ilegal Ancam Kesehatan Warga

16 April 2026
Tong Ilegal Di Duga Milik Sangadi Dondomon Terus Beroperasi,Teguran DLH Bolmong Hentikan Aktivitas Tak Di Hiraukan

Tong Ilegal Di Duga Milik Sangadi Dondomon Terus Beroperasi,Teguran DLH Bolmong Hentikan Aktivitas Tak Di Hiraukan

14 April 2026
Di Apresiasi KANNI,Chandra Damopolii: Langkah Gubernur Sulut YSK Wujud Nyata Keterpihakan Kepada Rakyat

Di Apresiasi KANNI,Chandra Damopolii: Langkah Gubernur Sulut YSK Wujud Nyata Keterpihakan Kepada Rakyat

10 April 2026
Di Back Up Resmob Angin Selatan, Polsek Bolaang Uki Ungkap Kasus Pencurian di Warung-Warung

Di Back Up Resmob Angin Selatan, Polsek Bolaang Uki Ungkap Kasus Pencurian di Warung-Warung

10 April 2026
Ketua DPW PKB Sulut Yusra Alhabsy: Desakan Mundur Kepada Gubernur Sulut Terlalu Tendensius

Ketua DPW PKB Sulut Yusra Alhabsy: Desakan Mundur Kepada Gubernur Sulut Terlalu Tendensius

8 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 KANALSULAWESI.com

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection