BOLMONG-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di tujuh desa di dumoga raya,ini bukti keseriusan pemerintah darah di bawak kepemimpinan Yusra-Dony dalam menekan harga beras di Bolmong
“Bila harga beras belum bergerak turun kita akan terus bombardir pasar beras dengan Gerakan Pangan Murah ini,” ucap Kepala DKP Bolmong I Wayan Mudiyasa, Jumat (12/09/2025).
Bahkan Mudiyasa mengatakan bukan hanya di pasar-pasar saja, pihaknya juga turun hingga ke pelosok desa terpencil yang ada di Bolmong
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari petani, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM, terlihat memadati lokasi GPM.
Mereka datang sejak pagi hari untuk mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar
Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah sebuah inisiatif yang diusung oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
Program ini bertujuan untuk menekan laju inflasi, terutama yang disebabkan oleh kenaikan harga pangan
Gerakan ini sering kali diimplementasikan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, produsen pangan, dan instansi terkait lainnya seperti TNI dan Polri.
Melalui GPM, bahan-bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, dan telur dijual dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga pasar pada umumnya.
Tujuan utama dari GPM adalah meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki pendapatan menengah ke bawah.
GPM juga berperan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mencegah terjadinya gejolak harga yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah biasanya dilakukan di berbagai titik strategis.
Seperti kantor pemerintahan, lapangan, atau area publik lainnya yang mudah dijangkau oleh masyarakat
Lokasi-lokasi ini dipilih agar manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang.
Kegiatan GPM sering diadakan secara rutin atau serentak di seluruh Indonesia, terutama saat momentum-momentum tertentu seperti hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak harga di pasaran
Harapannya, program ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
(Midi)






