Kanalsulawesi.com, Bolsel- Sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet setelah menyoroti pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Unggahan tersebut diposting oleh akun Facebook Media. Suarajurnalis, yang menyampaikan keluhan terkait pelayanan terhadap seorang pasien lanjut usia yang merupakan seorang veteran.
Dalam unggahannya, akun tersebut mengungkapkan bahwa pasien sempat pingsan setelah mengalami kendala saat hendak menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Disebutkan pula bahwa pasien terlambat menjalani kontrol karena tidak dapat hadir pada jadwal sebelumnya akibat menghadiri kedukaan keluarga.
Menanggapi keluhan yang viral di media sosial tersebut, Direktur RSUD Bolsel, dr. Sadly Mokodongan, memberikan penjelasan terkait kronologi pelayanan yang diterima pasien.
Menurut dr Sadly, pasien merupakan pasien Poli Jantung yang sebelumnya telah dirujuk secara internal ke Poli Bedah karena mengalami keluhan sulit buang air kecil (BAK). Pada Rabu, 22 Juli 2026, pasien datang sendiri ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.
“Pasien seharusnya datang kontrol ke Poli Bedah pada tanggal 15 Juli, bukan pada 22 Juli. Namun, melihat kondisi pasien, baik perawat maupun dokter bedah tetap memberikan pelayanan. Pasien diperiksa, diberikan resep obat sesuai indikasi bedah, dan obat tersebut ditebus di apotek. Dengan demikian, pasien tetap mendapatkan pelayanan dan obat dari Poli Bedah,” jelasnya, Kamis (23/07/2026).
Ia menegaskan, bahwa pasien telah dilayani sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hanya saja, pasien datang di luar jadwal kontrol yang telah ditentukan.
“Sesuai data rumah sakit, pada 17 Juni pasien sudah dilakukan rujukan internal dari dokter spesialis jantung ke dokter spesialis bedah,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr Sadly menyayangkan pasien datang ke rumah sakit tanpa didampingi anggota keluarga, mengingat usianya yang sudah lanjut.
“Kami mengimbau kepada keluarga pasien lanjut usia agar selalu mendampingi saat berobat ke rumah sakit demi keselamatan dan kelancaran pelayanan,” ujarnya.
Meski demikian, dr Sadly Mokodongan secara pribadi menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut dan memastikan pihak rumah sakit akan terus melakukan evaluasi serta perbaikan pelayanan.
“Atas nama pribadi saya meminta maaf atas kejadian ini. Kami akan terus beradaptasi dengan sistem yang ada dan terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bolaang Mongondow Selatan,” pungkasnya.





