Kanalsulawesi.com,BOLTIM — Polemik aktivitas pertambangan di Talong, Desa Lanut, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menjadi sorotan setelah beredar unggahan Facebook Harmoko Mando yang menyinggung kembalinya alat berat ke lokasi.
Dalam unggahannya, Harmoko mempertanyakan tindak lanjut tim terpadu dan menulis kalimat, “Jangan paksa kami untuk anarkis.” Pernyataan tersebut menuai perhatian karena Harmoko diketahui merupakan Komisioner Bawaslu Boltim.
Wakil Ketua GMPK Sulawesi Utara, Resmol Maikel, meminta seluruh pihak mengedepankan fakta dan jalur resmi serta tidak menggunakan narasi yang berpotensi memicu tindakan anarkis.
Sementara itu, pihak pemilik lahan membantah adanya aktivitas penggalian. Penanggung jawab lapangan, Nikson Roring, mengatakan alat berat hanya digunakan untuk menata dan memadatkan kembali tanah.
Pemkab Boltim sendiri telah menyurati KUD Nomontang untuk meminta klarifikasi terkait aktivitas pertambangan di wilayah IUP Desa Lanut.
Sebelumnya, Bupati Boltim Oskar Manoppo meninjau langsung kondisi permukiman warga. Pemkab akan mengkaji aspek legalitas, teknis, lingkungan hingga kemungkinan relokasi warga jika kondisi permukiman dinilai tidak aman.





