BOLMONG — Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow, Rudy Satria Mandala Bonuot, S.H., mendesak seluruh pihak untuk segera menghentikan konflik antarkelompok yang kembali terjadi di wilayah Dumoga Raya.
Desakan tersebut menyusul informasi bentrokan di Kelurahan Imandi pada Selasa malam (13/10/2026) dan kembali terjadinya konflik antara kelompok warga Tonom dan Ibolian pada Rabu pagi (14/10/2026).
“Tidak boleh ada lagi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat. Jangan sampai konflik ini terus berulang dan kita baru sibuk mencari solusi setelah jatuh korban, Pemerintah Daerah sudah turun tangan, apa lagi yang kurang ?” tegas Satria.
Ia meminta aparat keamanan bertindak cepat dan profesional, bahkan jika diperlukan satuan TNI diperbantukan untuk resolusi konfilk, serta mengajak masyarakat untuk menahan diri, tidak melakukan aksi balasan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Satria juga meminta agar upaya damai yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama aparat keamanan, harus di atensi penuh dan diseriusi berkelanjutan oleh pemerintah desa setempat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat segera disekitarnya lebih memperkuat lagi koordinasi guna mencegah konflik meluas.
Menurutnya, kesepakatan damai yang sebelumnya telah dibangun antara pihak-pihak yang bertikai harus diterjemahkan lebih nyata oleh para tokoh masyarakat, dan harus diwujudkan melalui langkah konkret oleh para stakeholder di wilayah dumoga raya, terutama bagi aparat penegak hukum.
“Perdamaian harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Penegakan hukum harus tegas, komunikasi antarkelompok harus terus dibina, dan upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Satria menegaskan, GP Ansor Bolmong siap berkontribusi dalam upaya menjaga perdamaian melalui pendekatan kepemudaan keagamaan, ruang interaksi sosial dalam membangun silaturahmi dan toleransi, serta penguatan rasa persaudaraan lintas desa.
“Dumoga Raya adalah rumah bersama. Jangan biarkan ego kelompok dan aksi balas dendam merusak masa depan generasi muda. Keberanian sejati bukan menyerang, melainkan mampu menahan diri dan menjaga keselamatan sesama, bangunlah persaingan yang positif, terutama bagi pemuda di dumoga raya jangan habiskan energimu pada konflik-konflik tarkam ini, masih banyak tantangan lebih serius di masadepan yang perlu kalian hadapi” tutupnya.
GP Ansor Bolmong menyerukan: hentikan kekerasan, cegah aksi balasan, tegakan hukum yang profesional, dan jaga persaudaraan demi Dumoga Raya yang aman dan damai.
(Midi)





