BOLMONG-Upaya meningkatkan kualitas sektor pertanian dan peternakan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan mempelajari berbagai inovasi dan teknologi terbaru yang dipamerkan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo.
Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta, memanfaatkan kunjungan kerjanya ke kegiatan tersebut untuk meninjau langsung sejumlah program unggulan yang diterapkan dalam pengembangan pertanian dan peternakan modern. Berbagai inovasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat program pembangunan sektor pertanian dan peternakan di Bolmong.
Dalam kunjungan tersebut, Dony didampingi Anggota DPRD Bolmong Fraksi PKB, Supandri Damogalad, S.IP., serta Koordinator Staf Khusus Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Mohammad Syarudin Mokoagow.
Rombongan menyambangi berbagai stan pameran dan area demonstrasi yang menampilkan teknologi budidaya tanaman, pengembangan bibit unggul, sistem peternakan terintegrasi, hingga pengolahan hasil pertanian yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk.
Menurut Dony Lumenta, sektor pertanian dan peternakan masih memegang peranan penting dalam menopang perekonomian masyarakat Bolaang Mongondow. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus membuka diri terhadap berbagai inovasi dan pengalaman sukses dari daerah lain.
“PENAS menjadi momentum yang sangat baik untuk menambah wawasan terkait pengembangan pertanian dan peternakan. Banyak inovasi yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bolmong,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bolmong di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta berkomitmen mempercepat modernisasi sektor pertanian dan peternakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong daya saing produk lokal.
Dony juga menilai konsep Kampung Ternak dan budidaya tematik yang diperkenalkan dalam PENAS XVII memiliki potensi untuk diterapkan di Bolmong. Dengan pengelolaan yang terarah dan pemanfaatan teknologi yang tepat, program tersebut diyakini mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.(Adve)
(Midi)






