BOLMONG — Lumpur masih menutupi halaman rumah. Potongan kayu, batu, dan sisa material banjir terlihat berserakan di hampir setiap sudut Desa Solimandungan. Di tengah suasana duka dan kelelahan warga pascabencana banjir bandang, kehadiran bantuan kemanusiaan menjadi harapan yang begitu berarti.
Di saat masyarakat sedang berjuang membersihkan rumah dan menyelamatkan sisa harta benda mereka, sosok Ali Mamonto hadir langsung di lokasi bencana. Bukan hanya temaga, tapi hadir membawa bantuan untuk warga terdampak.
Ratusan dus air mineral dan makanan siap saji dibagikan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada warga yang sejak beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar akibat bencana yang melanda.
Kehadiran Almont sapaan akrab Ali, disambut hangat warga. Tidak sedikit masyarakat yang tampak haru saat menerima bantuan, terlebih kondisi mereka saat ini masih sangat memprihatinkan.
Banyak rumah dipenuhi lumpur tebal, perabot rusak, sementara sebagian warga masih bertahan dengan kondisi seadanya.
“Terima kasih karena masih ada yang peduli dengan keadaan kami,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di wilayah Solimandungan terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Arus air yang begitu kuat membawa material kayu dan lumpur hingga masuk ke permukiman warga, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.
Melihat kondisi tersebut, Ali Mamonto mengaku tergerak untuk turun langsung membantu masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu mengganti seluruh kerugian warga, namun setidaknya dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu warga yang saat ini membutuhkan uluran tangan,” kata Direktur PT Global Emas Jaya ini.
Di lokasi bencana, suasana gotong royong masih terus berlangsung. Aparat TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat bahu membahu membersihkan lumpur dan material banjir dari rumah warga serta akses jalan desa.
Musibah banjir bandang memang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Solimandungan dan sekitarnya.
Namun di balik duka itu, hadirnya kepedulian dari berbagai pihak menjadi penguat bahwa warga tidak sendiri menghadapi cobaan ini.
Di tengah suara alat berat dan tumpukan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan, bantuan yang datang bukan sekadar makanan dan air mineral. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa masih ada harapan, masih ada kepedulian, dan masih ada tangan-tangan yang siap membantu warga untuk bangkit kembali.
(Midi)





