BOLMOMG-Pemkab Bolmong Turunkan Tim Penyelamat dalam upaya pencarian terhadap dua penambang yang diduga tertimbun longsoran material di kawasan tambang Lokasi Patung bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus dilakukan oleh tim gabungan pada Jumat (26/6/2026).
Sebelumnya, insiden yang terjadi pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 21.13 WITA itu mengakibatkan dua penambang, yakni Alipu dan Baim, diduga tertimbun material longsor saat sedang beristirahat di sebuah daseng atau tenda yang berada di area tambang. Hingga kini, kedua korban masih dalam pencarian.
Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, BPBD Kota Kotamobagu, TNI, Polri, serta masyarakat setempat mulai melakukan operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.
Sebelum bergerak ke area longsor, seluruh personel terlebih dahulu menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam operasi pencarian. Tim kemudian melaksanakan briefing untuk menyamakan langkah, strategi, serta prosedur keselamatan selama proses evakuasi berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Chandra Mokoginta, mengatakan tim gabungan saat ini masih berupaya mencari keberadaan kedua korban yang diduga berada di bawah timbunan material longsor.
“Untuk sementara tim masih melakukan pencarian keberadaan korban yang diduga tertimbun material longsor. Dalam proses evakuasi ini kami menggunakan satu unit alat berat untuk membantu membuka timbunan material,” kata Chandra.
Menurutnya, penggunaan alat berat dinilai penting mengingat volume material yang menutupi lokasi cukup besar sehingga membutuhkan penanganan khusus agar proses pencarian dapat dilakukan lebih efektif.
Chandra menambahkan, seluruh personel yang terlibat tetap mengutamakan aspek keselamatan karena kondisi lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan material, terutama pada area yang berada di sekitar titik longsoran.
Operasi pencarian ini merupakan tindak lanjut dari upaya evakuasi yang sempat dilakukan aparat kepolisian, TNI dan warga pada Kamis malam. Namun saat itu proses pencarian terpaksa dihentikan sekitar pukul 02.00 WITA karena keterbatasan alat, minimnya penerangan, serta kondisi medan yang cukup sulit.
Di sisi lain, peristiwa ini juga memunculkan berbagai spekulasi terkait sumber material longsor. Sejumlah pihak menduga material berasal dari area sekitar lokasi tambang. Namun PT Bulawan Daya Lestari (BDL) melalui Humas perusahaan, Ronal Saweho, telah membantah tudingan bahwa material tersebut merupakan limbah atau sisa hasil operasional perusahaan.
Pihak PT BDL menegaskan material yang ditemukan merupakan tanah kupasan dan lokasi kejadian berada di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun area kelola resmi perusahaan. Saat ini penyebab pasti longsor masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian dan instansi terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban dengan harapan dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
(Midi)





