Kanalsulawesi.com, Bolsel – Meski sempat di tolak oleh masyarakat Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tetap beroperasi.
Kemunculan alat berat ini kembali memicu keresahan warga setempat, yang sebelumnya telah menolak keberadaan excavator di kawasan tersebut.

Sebelumnya, dua unit excavator telah lebih dulu naik ke Puncak Landaso pada 14 Oktober 2025 dengan alasan pembukaan jalan kebun.
Namun, aktivitas itu mendapat penolakan keras dari masyarakat Desa Popodu dan Sondana. Persoalan ini kemudian dibahas di tingkat kecamatan serta melalui pertemuan pada malam hari di kantor Desa Popodu pada 16 Oktober 2025.
Pertemuan di tingkat Kecamatan Bolaang Uki dipimpin langsung Camat Nurhaeda Yasin dan dihadiri Sangadi Popodu dan Sondana, Kasat Satpol PP, Kepala DLH, BPD, aparat Polri–TNI, serta pemilik alat berat Richard.
Dalam forum tersebut, Camat menegaskan bahwa masyarakat menolak keberadaan alat berat di Puncak Landaso, terlebih jika dikaitkan dengan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Pada malam hari di tanggal yang sama, balai Desa Popodu kembali menggelar pertemuan antara masyarakat dua desa, sangadi, dan pemilik alat berat. Dalam forum itu, warga mempertanyakan keberadaan dua unit excavator di Puncak Landaso.
RW selaku pemilik alat berat membantah adanya aktivitas pertambangan. Ia mengklaim dua excavator tersebut digunakan untuk membuka jalan menuju tanah yang telah dibeli dari pemilik sebelumnya.
Namun, warga menilai alasan tersebut janggal, mengingat telah tersedia jalan perkebunan yang dibangun pemerintah daerah menggunakan APBD.
“Ini tidak masuk akal. Kami mencurigai adanya aktivitas PETI karena Puncak Landaso memang memiliki kadar emas di bawahnya,” ujar salah satu warga.
Dalam pertemuan tersebut, warga sepakat meminta agar kedua alat berat diturunkan dan menghentikan seluruh aktivitas. Permintaan itu akhirnya dipenuhi. Pada 11 Oktober 2025, pemilik alat berat RW, menurunkan kedua excavator dan berjanji tidak akan beroperasi lagi sebelum memperoleh izin resmi.
Tetapi, komitmen tersebut dianggap warga hanya janji kosong. Setelah lebih dari sebulan, satu excavator kembali terlihat naik ke Puncak Landaso yang kini sudah mulai melakukan diduga aktivitas PETI.
Salah satu masyarakat Popodu menyampaikan, bahwa pekan lalu sempat ada pertemuan di kantor Desa tapi tidak ada kejelasan dari perumahan itu.
“Tapi kali ini sudah terlihat jelas dengan adanya pembuatan bak rendaman untuk Aktivitas PETI, saat ini alat berat juga sedang melakukan pekerjaan,” ungkapnya.
Lanjutnya, bahwa masyarakat sudah jelas menolak adanya aktivitas PETI kenapa sampai saat ini sudah mulai bekerja.
Sementara itu, Kepala Desa Popodu Sirajudin Yusuf saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum memberikan jawaban.






